Para Pencari Tuhan bercerita tentang kehidupan seorang merbot (penjaga mushala) bernama Bang Jack (
Deddy Mizwar)
dan ketiga muridnya yang mantan narapidana, yaitu Chelsea (Melky
Bajaj), Barong (Aden Bajaj), dan Juki (Isa Bajaj). Setelah keluar dari
penjara, Barong diusir dari komplotan curanmor lantaran sering menyanyi
di pengadilan. Setali tiga uang, Juki yang mantan copet, ditolak
mentah-mentah saat kembali ke rumah ibunya. Nasib Chelsea agak berbeda.
Ketika akan mengajak rujuk kembali dengan mantan istrinya, Marni (Anggia
Jelita). Ternyata sang istri sudah menikah dengan Sumarno, polisi yang
menjebloskannya ke penjara.
Akhirnya mereka bertiga secara tak sengaja bertemu dan
luntang-lantung menyusuri Jakarta yang tak lagi ramah. Seharian mereka
menjumpai warung tutup. Hati mereka makin sakit, merasa dunia sudah
benar-benar menutup diri bagi mereka. Mereka baru tersadar saat ada yang
memberitahu bahwa hari ini adalah hari pertama bulan puasa, sehingga
tak ada orang makan di warung.
Ketiganya kemudian terdampar di sebuah mushala bernama At-Taufiq. Di
sana ada Bang Jack, penjaga mushala yang fanatik dengan bedug. Dia tak
mau adzan jika belum menabuh bedug. Mantan tukang jagal ini akhirnya tak
hanya menerima ketiga narapidana tersebut tapi sekaligus sudi
membimbing mereka ke jalan yang benar. Sebenarnya ilmu agama Bang Jack
sendiri pas-pasan sehingga dalam penerapan agama sering keliru.
Untunglah ada Aya (
Zaskia Adya Mecca)
yang membantunya. Gadis cantik penjual kolak dan pengelola perpustakaan
gratis ini paham soal agama. Aya adalah adik ipar Ustad Ferry (
Akri Patrio),
sang ketua pengurus mushala, yang pamornya tengah menanjak setelah
menjadi komentator di sebuah televisi. Belakangan pupolaritasnya
tersaingi oleh istrinya sendiri, Haifa (Annisa Suci Wulandari).
Dalam sinetron ini juga ditampilkan hubungan yang unik antara Bang Udin (Udin Nganga), seorang hansip, dan sahabatnya Asrul (
Asrul Dahlan), seorang pria beristri satu beranak empat, dengan Pak Jalal (
Jarwo Kuat).
Bang Udin dan Asrul sering merasa kesal dengan Pak Jalal yang merupakan
orang paling kaya di kampungnya. Sekesal apapun mereka tetap mendatangi
Pak Jalal untuk diberikan pekerjaan pada saat mereka kekurangan uang
untuk biaya hidup. Selain itu, sinetron ini juga diwarnai dengan kisah
cinta Aya dengan Azzam (
Agus Kuncoro),
teman masa kecil Aya, yang berliku-liku. Walau lamarannya sudah tiga
kali ditolak, Azzam tetap pantang menyerah mengejar cinta Aya.
Sinetron bergenre komedi religi ini--cerita dan skenarionya ditulis
oleh Wahyu HS--penuh dengan pesan agama yang disampaikan secara ringan
sehingga tidak terkesan menggurui. Data AGB Nielsen menyebutkan bahwa
tayangan ini meraih share di atas rata-rata 32 persen, dan disaksikan
oleh penonton pria/wanita dari hampir semua kelompok umur, 10-24 tahun,
30-39 tahun, hingga 40-49 tahun.
Jilid Dua
Setelah sukses dengan penayangan musim pertamanya (2007), pada Bulan
Ramadan 2008 (1-30 September 2008) ditayangkan musim kedua yang diberi
judul "Para Pencari Tuhan Jilid Dua". Seluruh tokoh yang ada pada musim
pertama tetap dipertahankan pada musim kedua, bahkan bertambah dengan
tokoh Baha (
Tora Sudiro)
yang merupakan teman masa kecil Asrul yang menjadi pelaut. Baha muncul
menemui Asrul saat kapalnya mendarat di pelabuhan. Baha yang bertato dan
pemabuk memberikan warna berbeda pada sinetron ini. Selain itu, plot
percintaan Aya dan Azzam (Zaskia dan Agus Kuncoro) mulai "memanas"
dengan terlibatnya orang ketiga yang selama ini menjadi sahabat mereka,
yaitu Kalila. Sudah dua musim sinetron religi ini--cerita dan skenario
tetap ditulis oleh Wahyu HS--tetap favorit dan mengungguli
program-program sahur lainnya.
Jilid Tiga
Jilid ketiga ditayangkan di stasiun TV SCTV selama Ramadan 2009 pukul 02:30-05:00.
Pada jilid ketiganya, sinetron religi besutan aktor senior, Deddy
Mizwar dan Kiki Zakaria menjanjikan bakal lebih mengigit dengan alur
cerita yang dibumbui drama cinta segitiga antara Aya (Zaskia Adya
Mecca), Azzam (Agus Kuncoro), dan Kalila (
Artta Ivano).
Tak itu saja, konflik pun akan kembali ditebar lewat karakter yang
diperankan personel grup lawak Trio Bajaj, Isa, Melky dan Aden, yang
menjadi murid Bang Jack (Deddy Mizwar), yang dikisahkan baru kembali
dari Tanah Suci Mekkah. Kepulangan trio dan bang Jack membuat Udin dan
Azrul ingin naik haji walaupun menggunakan cara yang salah.
Dan tentunya, tak ketinggalan aroma pemilu juga melengkapi racikan
sinetron yang tetap didukung sejumlah muka lama seperti Jalal (Jarwo
Kuat), Udin Hansip (Udin Nganga), Ustadz Ferry (Akrie Patrio), hingga
Baha (Tora Sudiro). Kali ini bakal ada cerita pemilu, pemilihan RW
sebagai refleksi pemilihan umum kita yang baru berlangsung. Lalu ada
percintaan Aya dan Azam, belum lagi Bang Jack yang sepulang dari naik
haji mau balik lagi dan memilih mati di Mekkah.
Baha yang menunjukkan ketertarikan pada Kalila walaupun terlihat
seperti seorang kakak pada adiknya. Baha disini hadir bukan sebagai
karakter yang sekedar lewat, dia nantinya menjadi salah satu point
penting dalam perkembangan cerita. Baik perkembangan kehidupan
sahabatnya dan juga kehidupan kuliner penduduk sekitar. Tetapi sayangnya
dia terganjal karena dia adalah seorang pemabuk. Kematian Baha kemudian
membawa hal yang mengejutkan bagi team Bajaj dan Asrul. Karena ternyata
Baha adalah orang yang kaya dan memberikan uangnya untuk Baitul mal dan
naik haji Asrul.
Jilid Empat
Jilid keempat ditayangkan di SCTV selama Ramadan 2010 / 1431 H pukul 03:00 - 04:30 WIB.
Pak Jalal, orang terkaya di kampung Bang Jack, memasuki fase baru
kehidupannya. Karena kesalahannya sendiri, ia bangkrut total dan jatuh
miskin dan terpaksa tinggal di gubuk Asrul. Awalnya Pak Jalal mengawali
semacam post power syndrome. Serpihan karakternya kembali berkumpul ia
tampil sebagai orang miskin paling narsis di kampung itu. Sebaliknya,
Asrul dan istrinya, pasangan termiskin di kampung itu mulai menjadi
sukses dengan usaha warung sotonya. Kini menempati rumah kontrakan yang
lebih layak. Namun, fase baru kehidupan itu bukannya tanpa masalah.
Ibadah Asrul mulai terganggu karena kesibukan usahanya yang luar biasa
hingga pada titik tertentu, Asrul bermohon kepada Allah untuk
dikembalikan saja ke kehidupannya yang dulu ketika keluarganya masih
miskin.
Demikian pula Udin sang hansip telah memutuskan untuk memakai uang
haji untuk membeli motor baru. Dengan motor itu, ia akan mengojek untuk
memperbaiki taraf hidup keluarganya, sekaligus menabung lagi untuk pergi
haji. Apakah rencananya berhasil? Udin sendiri ragu. Bagaimana dengan
Bang Jack.
Bang Jack mengalami masalahnya sendiri. Ia merasa semakin dekat pada
kematian dan kesepian. Ia khawatir jika Chelsea, Barong, dan Juki sudah
memiliki kehidupannya sendiri, ia akan mati sendirian tanpa seorang pun
mendampingi. Karenanya, sekarang Bang Jack tampil lebih sensi, mudah
ngambek, dan melankolis.
Pasangan Aya dan Azzam memulai kehidupan baru berumah tangga. Aya
bukan tipe ibu rumah tangga yang bisa meladeni suami dengan baik, meski
tetap penuh cinta. Hal ini menjadi masalah bagi Azzam yang makin
terlihat bawelnya. Ditambah lagi dengan kehadiran seorang manajer
keuangan yang cantik di kantor mereka. Warga kampung itu pun bukannya
tanpa ujian. Sebuah koper berisi uang dua milyar rupiah ditemukan Bonte
dan mengancam kehidupan kampung Bang Jack yang tadinya rukun-damai penuh
kasih sayang. Sekoper uang itu melahirkan intrik-intrik politik desa
yang dipicu oleh trio RW.
Uang temuan Bonte itu dikubur oleh Juki disebelah kuburan Baha. Gara -
gara sekoper uang itu juga, timbulah perkelahian di tempat Asrul
mendirikan warung sotonya. Pada waktu yang sama di baitul maal At -
Taufiq, Juki, Barong, dan Chelsea berkelahi soal sekoper uang itu. Di
tengah perkelahian di tempat Asrul mendirikan warung sotonya, trio RW
membuat bom molotov. Saat trio RW sedang membuat bom molotov, datanglah
Bang Jack dengan Udin. Karena tak ada yang mengaku siapa biang keladi
perkelahian itu, Bang Jack menggampar satu per satu warga. Karena
kesalahan trio RW, meledaklah bom molotov di tempat trio RW membuat bom
tersebut.
Akibat bom tersebut, warung - warung terbakar termasuk usaha soto
Asrul. Malamnya di masjid At - Taufiq, Bang Jack menyuruh Juki mengambil
uang sekoper itu. setelah dibuka, dibalik uang - uang itu tertulis
BUKAN UANG. Berawal dari inilah Bang Jack menjelaskan bahwa kehadiran
koper ini adalah cobaan yang menunjukkan hati terdalam dari para umat
beragama. Semua pihak memiliki salah walaupun ada benarnya.
- Bonte yang baik tetapi tidak mampu berbuat
- Trio Bajaj yang tidak memberikan solusi baik dan tak langsung mencoreng nama baik Bang Jack
- Azrul yang terlalu positif tidak curiga akan kebaikan para murid bang jack
- Trio RW yang mengambil hak orang lain lalu melakukan tindakan yang jauh dari agama.
- Penjual sayuran yang seharusnya mampu mendamaikan malah bersikap plin-plan
- Maulana yang menghasut sana-sini hingga terjadi tawuran masal
Sementara itu Azam sendiri memiliki kebimbangan karena menurut pak
Jalal, dirinya adalah orang baik yang seharusnya mendampingi Kalila.
Para Pemain